Rabu, 01 Juli 2015

5 Mitos Charging Smartphone yang Salah


Smartphone saat ini memang sudah dapat dibilang sebagai kebutuhan wajib dizaman yang serba modern ini. Bahkan sebagian dari kita sangat sering menggunakanya karena fitur-fiturnya yang canggih, seperti akses ke akun sosial, bermain game, membaca berita, membuka e-mail, kapan saja dan dimana saja kita membutuhkannya.

Namun masalahnya, karena kita menggunakan smartphone setiap saat, maka daya baterainya pun akan habis dengan cepat. Sebagai solusi, kamu bisa mengisi dayanya dengan powerbank, mencolokkannnya ke charger mobil, atau mencharge seperti biasa melalui colokan listrik di rumah atau kantor. 

Semua metode pengisian ini, secara “turun-temurun” telah menimbulkan berbagai mitos soal baterai. saya yakin, beberapa dari kalian tentu akrab dengan mitos-mitos tersebut, meski tak semuanya benar.

Jadi mitos-mitos apa saja yang harus kamu percaya dan juga mitos soal baterai apa yang harus kamu tinggalkan? Yuk cari tahu dengan membaca artikel dibawah ini!

1. Jangan Mencharge Baterai Semalaman

Kita semua mungkin pernah mendengar bahwa mencharge baterai smartphone semalaman bisa berakibat hal buruk. Mungkin ada benarnya jika ungkapan tersebut muncul 5 atau 10 tahun lalu. Shane Broesky, co-founder Farbe Technik, perusahaan yang membuat asesoris charger mengatakan tidak apa-apa meninggalkan ponsel dalam keadaan terhubung charger di colokan listrik.

Teknologi baterai smartphone telah berada di titik maju dimana ia tahu persis kapan harus berhenti menyimpan daya. Dengan kata lain, tidak ada resiko "pengisian yang berlebihan" pada telepon anda yang dapat menyebabkan kerusakan pada baterai, karena ada sistem pengamanan yang mencegah hal itu terjadi.

"Sebaliknya, yang perlu Anda khawatirkan adalah soal overheating," Lanjut Broesky. Jadi, jika kamu akan tidur dan meninggalkan ponsel dalam posisi dicharge, pastikan menempatkannya di daerah yang relatif dingin. Agar tidak terjadi overheat dan dapat berakibat buruk.


2. "Biarkan Baterai Hingga 0% Sebelum Diisi Kembali"

Entah darimana asal mitos tersebut, namun asumsi ini masih jadi patokan beberapa orang. Alasannya, dengan menguras baterai terlebih dahulu, baterai menjadi lebih stabil.

Shane Broesky menunjukkan sebaliknya bahwa kita sebaiknya menjaga perangkat kita terisi antara antara 50 hingga 80 persen. Dengan kata lain, kamu harus mengisi baterai ponsel kamu sebentar-sebentar sepanjang hari dan bukannya menunggu hingga baterai habis sama sekali.


3. Pakai Charger Apa Saja, Asal Bisa mengisi Daya tak Masalah

Semua charger sepertinya nampak sama. Namun jangan salah, charger terbaik tetaplah charger bawaan ponsel yang asli. Jadi, meskipun charger kamu rusak dan ada pilihan charger yang lebih murah di pasaran, kamu sebaiknya tetap membeli charger yang sama dengan yang sebelumnya atau charger dengan merk yang sama. Mengapa demikian?

Para ahli mengatakan bahwa charger non branded tidak selalu menyertakan aspek keamanan dalam produk mereka. Ini berarti, charger tersebut juga dapat menyebabkan berbagai ancaman kerusakan di ponsel kamu, seperti kelebihan daya, kebakaran, hingga kerusakan ponsel lainnya.


4. Tak Ada Gunanya Mematikan Ponsel

Mematikan ponsel (power off) mungkin jarang dilakukan oleh kalian dan tampaknya hal itu merupakan kegiatan yang sia-sia. Meskipun kadang membuat kamu tak nyaman karena tidak dapat berkomunikasi beberapa saat, namun para ahli malah menganjurkannya.

Para ahli berpendapat bahwa mematikan ponsel dapat memaksimalkan masa pakai baterai sehingga kamu sebaiknya melakukannya sesekali.

Jadi, tak berarti bahwa kamu harus selalu mematikan ponsel sebelum tidur, atau melakukannya setiap hari. Itu pasti akan menyusahkan kamu bukan? Kamu setidaknya harus mencoba benar-benar mematikan telepon atau merestart perangkat setidaknya satu minggu sekali, karena hal ini telah terbukti dapat menghemat baterai pada perangkat smartphone kalian dari waktu ke waktu.


5. Jangan Gunakan Ponsel Saat sedang Dicharge

Selama Kamu menggunakan charger ori atau milik bawaan ponsel kamu, atau menggunakan charger yang bisa dipertanggungjawabkan atau dibuat oleh perusahaan yang sama dengan ponselmu, sah-saja menelepon sambil ngecharge. Namun kalian harus tetap berhati-hati dan saya sarankan jangan melakukan tidakan tersebut saat ponsel dalam keadaan panas.

Mitos - mitos diatas mungkin berasal dari berbagai kejadian yang diakibatkan oleh penggunaan charger yang tidak sesuai. Jadi mitos diatas bisa jadi benar jika kamu menggunakan charger pihak ketiga dengan kualitas yang dipertanyakan atau tidak terjamin kualitasnya.

Berbagai hal buruk bisa saja terjadi: telepon yang meledak, atau bahkan menyetrum penggunanya. Jadi kamu harus tetap berhati – hati ya dalam mengecharge ponsel ! Sekian semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.


Sumber: Tabloid Pulsa
Load disqus comments

0 komentar